Headline Kuliah

Tes IPDN Apa Saja? Mulai dari Kesehatan, Logika hingga Ketahanan Fisik

EDUVUL.COM- Tes IPDN atau Institut Pemerintahan Dalam Negeri bagi yang lolos persyaratan administrasi digelar dalam 4 jenjang yang dimulai dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Sekolah kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini termasuk salah kampus yang paling banyak diincar lulusan sekolah menengah atas. Jumlah pelamar IPDN pada 2022 mencapai 32.175 peserta padahal kuotanya 1.230 kursi.

Tak heran IPDN punya peminat sangat banyak. Lulusan kampus ini pasti langsung direkrut menjadi pegawai negeri sipil di daerah yang mengutus. Jenjang kariernya pun menjanjikan mulai dari lurah, camat, kepala dinas, hingga sekretaris daerah.

Dengan tingkat keketatan sangat tinggi tersebut, EDUVULIAN yang berminat melanjutkan harus kerja ekstra keras mempersiapkan untuk ikut tes IPDN.

Baca Juga: Keketatan Jurusan Undip 2022 S1, Acuan Ikut SNBP dan SNBT 2023

Baca Juga: Alasan SNBP 2023 Pakai Nilai Rata-rata Semua Mapel, Untungkan Camaba?

Jenjang Tes IPDN

1. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

SKD dilakukan dengan menggunakan sistem Computer Assesment Test (CAT) oleh BKN. Berkaca dari tahun sebelumnya, berdasarkan Surat Keputusan MENPANRB No. 93 Tahun 2022 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi TKD Sekolah Kedinasan Pada Kementerian Lembaga Tahun 2022, tes SKD terdiri dari 3 yakni tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelegensia umum (TIU) juga tes wawasan kebangsaan (TWK).

TKP adalah tes psikologi yang meneliti jenis dan karakter kepribadian dalam berbagai aspek, termasuk aspek kognitif dan aspek emosi.

Tes ini bertujuan menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme dan anti radikalisme.

Sementara TIU adalah tes untuk meningkatkan intelegensi dalam analisa numerik, verbal serta berpikir logis dan analitis.

Dalam TIU, terdapat tiga jenis tes meliputi sinonim, antonim, kelompok kata, persamaan kata (analogi), dan tes kemampuan numerik atau logika berhitung.

Adapun TWK bertujuan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan dalam mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) Pilar Kebangsaan Indonesia, yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

TKP terdiri atas 45 butir soal, TIU terdiri atas 35 soal, dan TWK berisi 30 butir soal. SKD dilaksanakan dalam durasi waktu 100 menit. Nilai kumulatif tertinggi untuk TKP adalah 225, TIU sebesar 175, dan TWK sebesar 150.

Adapun nilai ambang batas TKP adalah 156, TIU adalah 80, dan TWK adalah 65. Pengecualian nilai ambang batas bagi peserta dari daerah afirmasi dengan nilai kumulatif SKD paling rendah 281 dan nilai TIU paling rendah 55.

Baca Juga: Seleksi CPNS 2023 Bakal Dibuka Juni, Siap-siap Gaes

2. Tes Kesehatan Tahap I

Untuk memastikan calon praja IPDN dalam kondisi sehat, tes selanjutnya adalah tes kesehatan tahap I.

Penilaian pemeriksaan kesehatan calon praja meliputi anatomi, fisiologi, dan estetika tubuh. Kemudian anamnesis berupa penjelasan tentang riwayat penyakit baik pada diri sendiri (calon praja IPDN) maupun keluarga yang saat ini atau sebelumnya pernah diderita.

Calon praja juga harus memberi penjelasan tentang penyakit yang sifatnya diturunkan misalnya asma dan hipertensi maupun tindakan pembedahan yang pernah dijalani.

Pelaksaaan Tes Kesehatan tahap I di rumah sakit Bhayangkara/Biddokes Polda. Tes kesehatan ini berupa medical check up bagian dalam dan luar tubuh.

3. Tes Psikologi, integritas dan kejujuran

Satu lagi tahapan seleksi masuk IPDN adalah pelaksanaan tes psikologi, integritas dan kejujuran. Materi tes psikologi di antaranya Tingkat Kecerdasan, Kemampuan Analisa Sintesa, Kecepatan Kerja, Ketelitian Kerja, Ketahanan Kerja, Ketekunan Kerja, dan lain-lain.

Untuk integritas dan kejujuran nilai yang diukur antara lain berperilaku dan bertindak jujur terhadap disri sendiri dan lingkungan, konsistensi dalam bersikap dan bertindak, memiliki komitmen terhadap visi dan misi, objektif terhadap permasalahan.

Tes IPDN ini dilakukan oleh Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kepolisian Daerah (Polda).

4. Pemantauan Terakhir (Pantukhir)

Dalam tahapan ini akan dilakukan beberapa hal meliputi tes kesehatan, tes kesamaptaan, wawancara, dan pemeriksaan penampilan, yang seluruh rangkaian tes pantukhir dilaksanakan di kampus IPDN Jatinangor.

Dikutip dari situs web Kemenpan RB untuk tes kesamaptaan merupakan tes fisik atau tes kesehatan yang diikuti calon pelamar meliputi lari, push up, sit up, pull up dan chining, dan shuttle run.

Untuk lari dilakukan selama 12 menit bagi pria dengan minimal jarak tempuh 1200 meter. Sedangkan untuk wanita lari lebih lama 2 menit yakni 14 menit dengan minimal jarak tempuh 1200 meter.

Untuk push up, laki-laki sebanyak 35 sampai 40 kali, dan standar push up untuk wanita antara 30 sampai 35 dengan waktunya sekitar 1 menit.

Kemudian sit up adalah gerakan duduk kemudian bangun. Tes ini bertujuan untuk mengetahui daya tahan serta fleksibilitas otot perut. Standar untuk laki-laki 35-40 kali, standar untuk wanita 30 kali dengan waktu 1 menit.

Untuk pull up adalah gerakan dengan cara seperti bergantung pada tiang horizontal kemudian menarik badan keatas sampai dagu melewati tiang itu dan kembali turun sampai tangan lurus dengan standar untuk laki-laki 10 kali.

Selanjutnya akan diumumankan hasil pantukhir apakah lolos menjadi praja IPDN atau tidak. Agar lolos tes IPDN dan masuk sekolah kedinasan ini jangan lupa persiapkan diri baik secara akademis, mental serta fisik. Semoga berhasil.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *