Headline Kuliah

Syarat Tinggi Badan Sekolah Kedinasan 2023, IPDN 160 Cm Lalu STAN?

EDUVUL.COM- Sejumlah sekolah kedinasan memberlakukan syarat tinggi badan di penerimaan calon mahasiswa, taruna, dan praja baru 2023. Sementara itu, Sekolah kedinasan yang tidak ada syarat tinggi badan yaitu Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dan Politeknik Statistika STIS.

Dirangkum dari pengumuman penerimaan masing-masing perguruan tinggi kedinasan, berikut syarat tinggi dan berat badan yang berlaku di seleksi sekolah kedinasan tahun ini:

Baca juga: Jurusan dan Persyaratan Masuk STAN, Sekolah Kedinasan Terfavorit di Indonesia

Baca juga: Tes IPDN Apa Saja? Mulai dari Kesehatan, Logika hingga Ketahanan Fisik

Syarat Tinggi Badan Sekolah Kedinasan 2023

1. Politeknik Imigrasi dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip & Poltekim), Kemenkumham

Laki-laki: minimal 170 cm
Perempuan: minimal 160 cm
Berat badan: seimbang (ideal) berdasarkan hasil pengukuran saat tes kesehatan oleh tim medis yang ditunjuk panitia.

2. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), BIN

Laki-laki: minimal 165 cm
Perempuan: minimal 160 cm
Berat badan: seimbang (ideal) menurut ketentuan berlaku.

3. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG), BMKG

Laki-laki: minimal 160 cm
Perempuan: minimal 155 cm
Berat badan: seimbang

4. Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Kemenkeu

PKN STAN tidak memasukkan persyaratan tinggi badan bagi para pendaftar.

5. Politeknik Statistika STIS, BPS

STIS tidak memasukkan persyaratan tinggi badan bagi para pendaftar.

6. Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN), Kemendagri

Laki-laki: minimal 160 cm
Perempuan: minimal 155 cm

7. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), BSSN

Laki-laki: minimal 160 cm
Perempuan: minimal 150 cm
Berat badan: seimbang, dibuktikan dengan surat hasil pemeriksaan dari dokter puskesmas setempat.

8. Sekolah Kedinasan Kemenhub

Laki-laki: minimal 160 cm
Perempuan: minimal 155 cm

Ketentuan khusus:
Laki-laki: minimal 165 cm
Perempuan: minimal 160 cm

Ketentuan khusus berlaku bagi pendaftar prodi:
– D3 Pertolongan Kecelakaan Pesawat (PKP), PPI Curug
– D3 Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Penerbangan(PPKP), Poltekbang Palembang
– D3 Operasi Bandar Udara (OBU), PPI Curug
– D3 Manajemen Bandar Udara (MBU), Poltekbang Jayapura
– D3 Operasi Pesawat Udara (OPU), API Banyuwangi
– D3 Manajemen Transportasi Perkeretaapian (MTP), PPI Madiun

Seperti diketahui pendaftaran sebagian besar sekolah kedinasan 2023 telah dimulai sejak 1 April lalu. Hanya IPDN yang baru membuka pendaftaran 3 April 2023. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN) di situs https://dikdin.bkn.go.id/.

Delapan instansi membuka pendaftaran untuk sekolah kedinasan tahun ini, yaitu Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Intelijen Negara, Badan Siber dan Sandi Negara, Badan Pusat Statistik, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mendorong para putra-putri terbaik bangsa untuk mendaftar di sekolah kedinasan yang sesuai dengan minat masing-masing. Diharapkan bahwa sekolah kedinasan ini dapat melahirkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Sebanyak 4.672 kebutuhan kami sediakan bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) jalur sekolah kedinasan tahun 2023,” jelas Anas. Calon pelamar diimbau dapat mempersiapkan dokumen persyaratan yang diperlukan untuk pendaftaran.

Anas melanjutkan, “Pemerintah telah mendesain skema kebutuhan ini, dan berharap ke depan kita bisa lahirkan calon-calon ASN yang berdedikasi, kompeten, dan inovatif dalam menyelesaikan permasalahan rakyat.”

Pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan tahun 2023 mengikuti Peraturan Menteri PANRB No. 20/2021 tentang Seleksi Penerimaan Mahasiswa/Praja/Taruna Sekolah Kedinasan pada Kementerian/Lembaga. Pelaksanaan seleksi dimulai dengan pendaftaran di https://dikdin.bkn.go.id/, kemudian peserta akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk sekolah kedinasan tahun 2023 dijadwalkan akan dilaksanakan pada periode Mei hingga Juni 2023. SKD ini akan dilaksanakan selama 100 menit dan mencakup tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelegensia umum (TIU), serta tes wawasan kebangsaan (TWK).

Seperti seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) pada umumnya, SKD sekolah kedinasan 2023 juga menggunakan Computer Assisted Test (CAT) untuk mencegah terjadinya potensi kecurangan selama pelaksanaan tes.

Menteri Anas menambahkan tahapan selanjutnya adalah seleksi lanjutan yang akan diatur oleh masing-masing sekolah kedinasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *