Iqra

Surat Al Hujurat ayat 13: Bacaan, Latin dan Maknanya yang Sangat Bernas

EDUVUL.COM- Surat Al Hujurat ayat 13 memuat pelajaran yang sangat indah. Ajaran yang terkandung dalam ayat ini sebenarnya berlaku universal bagi seluruh umat manusia tak khusus ke kaum muslim saja.

Masih ingat saat gelaran akbar Piala Dunia 2022 yang dihelat di Qatar? Saat pembukaan YouTube asal Qatar Ghanim Al Muftah melantunkan surat Al Hujurat ayat 13 ini dengan indah. Bahkan untuk menunjukkan ayat ini dapat diamalkan oleh siapa saja, aktor asal Amerika Serikat Morgan Freeman didaulat membacakan terjemahannya dalam bahasa Inggris.

Teks Surat Al Hujurat Ayat 13: Arti, Latin, dan Makna:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Arab Latin: Yā ayyuhan nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja’alnākum syu’ụbaw wa qabā`ila lita’ārafụ, inna akramakum ‘indallāhi atqākum, innallāha ‘alīmun khabīr

Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”

Baca Juga: Surat Al Ikhlas Ayat 1-4, Kewajiban Muslim Berserah pada Allah SWT

Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menjelaskan, melalui ayat ini Allah SWT mengabarkan bahwa Dialah yang menjadikan seluruh manusia dari satu jiwa, yakni Nabi Adam AS. Yang mana ia merupakan manusia pertama yang Dia ciptakan.

Kemudian dari tulang rusuk Adam AS ini, Dia menjadikan Hawwa sebagai pendampingnya. Lalu dari keduanya itu, Dia menjadikan manusia berbeda-beda bangsa, suku, budaya, ras, dan sebagainya. Tujuan-Nya menciptakan keanekaragaman tersebut supaya sesama mereka saling mengenal dan menjalin hubungan kekerabatan.

Namun dengan adanya perbedaan, banyak manusia yang membanggakan ras mereka masing-masing sehingga mengejek dan merendahkan bangsa lainnya. Padahal pada penggalan selanjutnya dari Surat Al-Hujurat ayat 13, Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah SWT bila ketaatan dan ketakwaan lah yang membedakan derajat manusia di sisi-Nya. Bukan keturunan.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Lengkap Jadi Syarat Ibadah Haji 2023

Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat ayat 13

Seperti dikutip dari Tafsir Tahlili Kementerian Agama (Kemenag), ada suatu peristiwa mengenai seorang sahabat nabi, yakni Abu Hindin yang melatarbelakangi turunnya ayat ini. Di mana Abu Hindin ini adalah seorang hamba sahaya yang senantiasa takzim kepada Rasulullah SAW.

Beliau pun menyuruh Bani Bayadah untuk menikahkan Abu Hindin dengan seorang gadis dari suku mereka. Namun mereka mengucapkan, ‘Apakah patut bagi kami mengawinkan anak-anak perempuan kami dengan budak-budak?’

Kemudian Allah SWT menurunkan ayat ini agar manusia tidak menghina seseorang karena memandang rendah kedudukannya.

Pada riwayat lain juga dikabarkan bahwa ketika Fathul Makkah pada tahun 8 Hijriah, Nabi SAW memerintah Bilal bin Rabah untuk mengumandangkan adzan, berseru agar kaum muslim mendirikan sholat berjamaah.

Saat melihat Bilal hendak beradzan di Kakbah, seseorang berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah mewafatkan ayahku sehingga tidak sempat menyaksikan peristiwa hari ini.’

Yang lainnya juga ada yang menuturkan, ‘Muhammad tidak akan menemukan orang lain untuk beradzan kecuali burung gagak yang hitam ini.’

Keduanya mencemooh Bilal lantaran warna kulitnya yang hitam dan dulunya adalah seorang hamba sahaya. Maka Malaikat Jibril datang dan memberitahukan ini kepada Rasulullah SAW atas apa yang diucapkan itu.

Kemudian turunlah ayat ini yang melarang manusia menyombongkan diri karena kedudukan, pangkat, harta kekayaan, keturunan dan mengejek orang-orang miskin. Yang mana hanya ketakwaan kepada Allah yang menjadikan seseorang berbeda dan mulia di mata-Nya.

Lebih lanjut, dijelaskan dalam repository Universitas Muhammadiyah Surabaya, surat Al Hujurat ayat 13 tidak menggunakan panggilan hanya kepada orang-orang beriman. Dengan demikian, ayat ini menunjukkan kesamaan derajat manusia tanpa membedakan satu dengan yang lain.

“Artinya ayat ini mengurai prinsip dasar hubungan manusia. Ayat menegaskan kesatuan asal-usul manusia dengan menunjukkan kesamaan derajat kemanusiaan manusia,” tulis repository tersebut.

Untuk itu, jangan sampai manusia merasa bangga atau lebih tinggi daripada yang lain karena bangsa atau suku tertentu. Repository tersebut juga menjelaskan, tujuan surat Al Hujurat ayat 13 ini adalah agar manusia saling mengenal sehingga bisa memberi manfaat pada sesama.

“Perkenalan dibutuhkan untuk saling menarik pelajaran dan pengalaman, yang menjadi modal meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Hasilnya tiap manusia bisa merasakan kedamaian, kesejahteraan duniawi, dan kebahagiaan ukhrowi,” tulisnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *