Headline Intermeso

Studi: Gajah Liar Bergerak Ikuti Aroma Kotoran dan Urine 

EDUVUL.COM- Gajah liar rupanya mengikuti aroma kotoran dan urine yang ditinggalkan gajah lain.  Fakta ini bisa dijadikan alat untuk mencegah pertemuan antara gajah liar dengan manusia sehingga tidak menimbulkan konflik.

Hal ini dikemukakan studi yang dilakukan University of Exeter, Inggris dan Elephants for Africa di Bostwana sebuah negara di benua Afrika bagian selatan seperti yang dikutip dari laman earth.com. 

”Ketika hewan bergerak di sepanjang jalur yang sudah mapan, petunjuk sensorik di sepanjang jalur dapat memberikan informasi berharga mengenai individu lain yang telah menggunakan rute yang sama,” tulis jelas para penulis studi.

Mereka menambahkan, “Namun, sejauh mana hewan menggunakan jalur sebagai sumber informasi sosial publik masih belum dipahami dengan baik.” 

Baca juga: KIP Kuliah 2023 Dibuka, Siswa Jangan “Nunda-nunda” buat Daftar

Baca juga: Cara Lihat Password Wifi di Laptop, Mudah dan Tak Rumit

Para peneliti menemukan fakta gajah savana Afrika atau Loxodonta africana “sangat memperhatikan” aroma urine dan kotoran saat melakukan perjalanan. Mereka akan  mengendus dan melacak jalur dengan belalai. Hal ini terutama terjadi pada gajah yang melakukan perjalanan sendirian

Para ahli mengatakan temuan mereka menunjukkan aroma tersebut berfungsi sebagai “sumber informasi publik” bagi gajah liar. 

“Temuan kami menunjukkan peran penting indra penciuman gajah dalam navigasi jarak jauh,” kata penulis utama studi, Connie Allen. “Ketika gajah mengikuti jalur ini, mereka menumpahkan urine dan kotoran mereka sendiri, yang memperkuat keberadaan jalur untuk gajah di masa depan.”

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meneliti potensi jalur gajah buatan untuk mengalihkan gajah dari pertanian dan desa, di mana konflik antara manusia dan gajah dapat menyebabkan kerusakan.

Baca juga: Cara Menyimpan Ijazah dan Sertifikat, Stop Laminating Tapi Enkapsulasi Saja

Jejak aroma juga dapat diciptakan untuk meningkatkan efisiensi jalur yang menghubungkan populasi gajah antara daerah yang dilindungi.

“Kami melihat potensi besar temuan ini dapat diterapkan pada pengelolaan dan konservasi gajah – terutama sebagai metode untuk memanipulasi gerakan gajah,” ujar Allen.

Allen mencatat bahwa studi ini dilakukan di Botswana, di mana ancaman utama terhadap gajah adalah konflik dengan manusia.

“Dengan menghilangkan jalur aroma yang ada yang mengarahkan gajah ke kontak dekat dengan manusia di daerah masalah, dan mengalihkannya, mungkin kita bisa mengurangi konflik semacam itu terjadi.”

Studi ini juga mengungkapkan deposit urine dari gajah dewasa lebih mungkin menarik perhatian daripada gajah muda.

“Gajah Afrika oleh karena itu mungkin dapat membedakan usia dan kematangan individu yang dapat mereka temui dari petunjuk urin jarak jauh di jalur,” kata Allen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *