Headline Kuliah

Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat Tinggi Badan, Kuliah Gratis Lulus Jadi PNS

EDUVUL.COM- Perguruan tinggi kedinasan di bawah pengawasan lembaga pemerintah dikenal dengan nama sekolah kedinasan. Sekolah kedinasan sangat diincar oleh para lulusan sekolah menengah atas. Namun, adakah sekolah kedinasan tanpa syarat tinggi badan?

Sekolah-sekolah kedinasan biasanya memberikan fasilitas yang sangat membantu para mahasiswa. Seperti misalnya kampus-kampus ini ada yang membebaskan biaya kuliah bagi para mahasiswa atau taruna.

Selain itu alasan lainnya yaitu kebijakan ikatan dinas kepada para lulusan, seperti menunjuk lulusan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setelah menyelesaikan studi.

Hanya saja untuk masuk sekolah kedinasan tak semudah membalikkan telapak tangan. Selain mensyaratkan otak yang cemerlang sejumlah kampus hanya menerima mahasiswa yang memenuhi syarat-syarat fisik. 

Baca Juga: Jadi Taruna Sekolah Kedinasan STPN? Cek Kuota dan Persyaratan 

Baca Juga: Tes IPDN Apa Saja? Mulai dari Kesehatan, Logika hingga Ketahanan Fisik

Nah kadang ada calon mahasiswa yang merasa kesempatannya tertutup karena terhalang keadaan kondisi tinggi badan yang tidak memadai.

Sebagian kampus kedinasan memang memiliki syarat tinggi badan minimum, tetapi ada pula yang tidak memilikinya. Karena itu jangan langsung putus asa ya gaes…

Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat Tinggi Badan

  • Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN

Tahun lalu, Sekolah Kedinasan yang berada di bawah Kementerian Keuangan RI membuka kesempatan penerimaan mahasiswa baru untuk Program Studi D4 Akuntansi Sektor Publik dengan 300 formasi, Program Studi D4 Manajemen Keuangan Negara dengan 350 formasi, dan Program Studi D4 Manajemen Aset Publik dengan 100 formasi.

Untuk tahun ini, PKN STAN memutuskan untuk menggunakan nilai UTBK SNBT 2023 sebagai syarat seleksinya, yang sama dengan syarat tahun lalu yaitu nilai UTBK SBMPTN 2022.

Baca Juga: Rekrutmen CPNS dan PPPK 2023, Formasi Ini yang Diprioritaskan Pemerintah

Berikut ini adalah syarat pendaftaran PKN STAN berdasarkan penerimaan tahun 2022

Untuk menjadi calon mahasiswa baru di PKN STAN, seseorang harus memenuhi kriteria berikut:

  • Merupakan calon lulusan tahun berjalan atau lulusan tahun sebelumnya dari SMA/sederajat manapun
  • Usianya antara 15-21 tahun pada 1 September tahun berjalan
  • Memiliki nilai rata-rata minimal 70 dari skala 100 pada ijazah bagi lulusan tahun sebelumnya
  • Memiliki nilai rata-rata rapor minimal 70 dari skala 100 untuk komponen pengetahuan selama lima semester bagi calon lulusan tahun berjalan. Saat daftar ulang, peserta juga harus memiliki nilai rata-rata ujian minimal 70 dari skala 100 pada ijazah
  • Sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti UTBK tahun berjalan yang diselenggarakan oleh LTMPT (kini SNPMB)
  • Bagi peserta reguler, memiliki nilai UTBK untuk TPS minimal 600 dan TBI (bahasa Inggris) minimal 450. Sedangkan bagi peserta afirmasi, memiliki nilai TPS minimal 400 dan TBI minimal 375
  • Sehat jasmani dan rohani dan bebas dari ketergantungan narkoba, psikotropika, atau zat adiktif lain
  • Laki-laki tidak boleh memiliki tato atau bekas tato dan tidak bertindik atau memiliki bekas tindik di telinga maupun bagian tubuh lain, kecuali untuk ketentuan agama atau adat
  • Perempuan tidak boleh bertato atau memiliki bekas tato dan tidak boleh bertindik atau memiliki bekas tindik di bagian tubuh selain telinga. Bebas tindik atau bekas tindik di telinga juga tidak boleh dari satu pasang (telinga kiri dan kanan)
  • Belum pernah menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama pendidikan
  • Tidak pernah dinyatakan lulus pada seleksi mahasiswa baru PKN STAN pada tahun-tahun sebelumnya

Peserta afirmasi pendidikan menengah (ADEM) Papua dan Papua Barat wajib memiliki surat keterangan dari SMA/sederajat yang menyatakan bahwa bersangkutan adalah peserta ADEM Provinsi Papua dan Papua Barat.

Peserta afirmasi nonADEM Papua, nonADEM Papua Barat, dan afirmasi Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur wajib:

  • Sudah menyelesaikan jenjang SD/sederajat, SMP/sederajat, SMA/sederajat di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, atau NTT.
  • Punya garis keturunan orang tua (ayah/ibu kandung) yang asli dari Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, atau NTT.
  • Mendapat rekomendasi dari SMA/sederajat.

 

  • Politeknik Statistika STIS

Politeknik Statistika STIS adalah perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS). Tahun 2022, sekolah kedinasan membuka kuota 500 mahasiswa untuk bisa belajar gratis tanpa uang saku dan setelah lulus akan diterima sebagai calon Aparatur Sipil Negara (ASN) BPS di seluruh wilayah Indonesia sampai tingkat kabupaten/kota.

Pada tahun sebelumnya, lulusan Program Studi D3 Statistika Politeknik Statistika STIS akan diterima sebagai Statistisi Terampil dengan golongan II/c. Sementara itu, lulusan Program Studi D4 Statistika akan diterima sebagai Statistisi Ahli Pertama dengan golongan III/a. Dan lulusan Program Studi D4 Komputasi Statistik akan diterima sebagai Pranata Komputer Ahli Pertama dengan golongan III/a.

Berdasarkan penerimaan tahun 2022, berikut syarat pendaftar STIS:

  • Lulusan atau siswa kelas 12 SMA/MA peminatan MIPA/IPS dan SMK/MAK Peminatan Teknik Komputer dan Informatika
  • Tidak buta warna baik total maupun parsial, untuk pengguna kacamata atau lensa kontak minus (rabun jauh) dan atau plus (rabun dekat) dapat diberikan toleransi di bawah ukuran 6 dioptri
  • Nilai Matematika (Kelompok A/Umum) dan Bahasa Inggris minimal 80.00 dari skala 1-100 atau 3.20 dari skala 1-4 pada ijazah atau nilai rapor semester gasal kelas 12
  • Umur minimal 16 tahun dan maksimal 22 tahun per 1 September tahun pendaftaran
  • Sehat jasmani dan rohani, yakni dapat atau layak bekerja dan beraktivitas, baik dalam ruangan maupun di lapangan, dan bebas narkoba
  • Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan di STIS sampai dengan pengangkatan PNS
  • Tidak sedang menjalankan ikatan dinas dengan instansi lain
  • Bersedia mematuhi peraturan Politeknik Statistika STIS
  • Bersedia menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID) bagi yang dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pendidikan di Politeknik Statistika STIS
  • Setelah lulus pendidikan di STIS, bersedia ditempatkan di Badan Pusat Statistik (BPS) sesuai pilihan waktu pendaftaran di seluruh wilayah Indonesia sampai tingkat kabupaten/kota
  • Tidak akan mengajukan pindah antar unit kerja Eselon II di lingkungan BPS maupun pindah instansi dengan alasan apapun sekurangnya 7 tahun sejak terhitung mulai tanggal PNS, kecuali terdapat kebutuhan organisasi

Khusus Program Afirmasi ditujukan untuk Orang Asli Papua (OAP), yaitu orang yang berasal dari Rumpun Ras Melanesia yang terdiri dari suku-suku asli di Provinsi Papua/Papua Barat dan atau orang yang diterima dan diakui sebagai orang Papua oleh masyarakat adat Papua, dibuktikan dengan Surat Keterangan Orang Asli Papua dari pemerintah daerah setempat.

Nah itulah 2 sekolah kedinasan tanpa syarat tinggi badan yang bisa kamu jajaki. Semoga berhasil ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *