Iqra

Perbedaan Haji dan Umroh, Dari Hukum hingga Kewajiban

EDUVUL.COM- Ibadah umat Islam haji dan umroh memiliki perbedaan, mulai dari hukumnya, hingga pelaksanaannya meski keduanya hanya bisa dikerjakan di Arab Saudi.  

Nah, manakah yang harus didahulukan antara kedua ibadah umat Islam ini?  Apakah boleh melaksanakan umroh dulu sebelum haji?

Arti Haji dan Umroh

Sebelum mengetahui perbedaan haji dan umroh, kita harus pahami dahulu definisi keduanya. Umroh atau umrah berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebut juga haji kecil karena pelaksanaannya lebih singkat ketimbang ibadah haji.

Baca juga: Manfaat Sedekah Subuh, Lancarkan Rezeki hingga Hapus Dosa

Baca juga: Doa Qunut Subuh Sendiri Lengkap Latin dan Terjemahan

Umroh adalah kunjungan (ziarah) ke tempat suci (sebagai bagian dari upacara naik haji, dilakukan setiba di Makkah) dengan cara berihram, tawaf, sai, dan bercukur, tanpa wukuf di Padang Arafah, yang pelaksanaannya dapat bersamaan dengan waktu haji atau di luar waktu haji.

Adapun haji adalah rukun Islam kelima yang harus dilakukan oleh orang Islam yang mampu dengan berziarah ke Ka’bah pada bulan haji (Dzulhijjah) dan mengerjakan amalan haji, seperti ihram, tawaf, sai, dan wukuf di Padang Arafah.

Seperti diketahui waktu tunggu haji di Indonesia mencapai puluhan tahun. Sehingga muncul kekhawatiran faktor usia menyebabkan sejumlah orang tidak sempat menunaikan ibadah haji.

Lantas bolehkah jika umroh dahulu baru kemudian berhaji? Umat Islah diperkenankan melaksanakan umrah terlebih dahulu seperti dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sehingga bagi yang sudah rindu ke Tanah Suci bisa segera umroh baru di kemudian hari naik haji.

Hal serupa pernah ditanyakan sahabat Rasulullah SAW bernama Ikrimah bin Khalid kepada sahabat Nabi yang lain, yaitu Ibnu Umar.

أَنَّ عِكْرِمَةَ بْنَ خَالِدٍ سَأَلَ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ الْعُمْرَةِ قَبْلَ الْحَجِّ، فَقَالَ : لَا بَأْسَ. قَالَ عِكْرِمَةُ : قَالَ ابْنُ عُمَرَ : اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ أَنْ يَحُجَّ

Bahwa Ikrimah bin Khalid bertanya kepada Ibnu Umar RA tentang melaksanakan umroh sebelum haji. Maka Ibnu Umar menjawab, “Tidaklah mengapa.” Ikrimah berkata, berkata Ibnu Umar RA, “Nabi Muhammad melaksanakan umroh sebelum haji.” (HR Bukhari no 1651)

Namun yang perlu diperhatikan bahwa umroh tidak menggugurkan kewajiban berhaji. Orang tidak boleh meremehkan ibadah haji karena sudah pernah umroh.

Pengasuh Pesantren Asrama Pelajar Islam (API) Tegalrejo Magelang Jawa tengah KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) yang dilansir dari NU Online, mengatakan sebaiknya umat Islam tetap mendahulukan untuk mendaftar haji terlebih dahulu, karena hukumnya wajib.

Kalaupun nantinya orang tersebut sudah meninggal sebelum waktunya berhaji, maka tanggungan berhaji sudah gugur, sebab batalnya dia berangkat haji bukan karena kesalahan dia.

Perbedaan Haji dan Umroh

Hukum

Hukum berhaji adalah wajib bagi yang mampu dikutip dari laman Kementerian Agama RI. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:

وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya, “Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam” (QS Ali ‘Imran: 97).

Rasulullah SAW pun bersabda:

أيُّهَا النَّاسُ، قَدْ فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُم الحَجَّ فَحُجُّوا

Artinya, “Wahai manusia! Sungguh Allah telah mewajibkan haji atas kamu sekalian, maka kerjakanlah haji” (HR Muslim).

Sementara mengenai hukum umrah, ulama memiliki dua pendapat. Dilansir dari buku Menuju Umrah dan Haji Mabrur (2019) oleh H. Syaiful Alim, Lc., mazhab Maliki dan Hanafi berpendapat bahwa hukum umrah adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Pendapat lainnya, seperti mazhab Syafi’i dan Hanbali, menyatakan bahwa hukum umrah adalah wajib.

Rukun

Rukun haji dan umrah juga terdapat perbedaan. Rukun haji berjumlah lima, yaitu niat ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Sementara rukun umrah berjumlah empat. Dalam ibadah umrah tidak ada rukun wukuf di Arafah.

Kewajiban

Dalam ibadah haji ada sejumlah kewajiban yang harus dilakukan selama di Tanah Suci yaitu miqat, bermalam di Muzdalifah, bermalam di Mina, tawaf wada’ (perpisahan), dan melempar jumrah.
Sementara dalam umrah, hanya ada dua kewajiban, yaitu ihram dari miqat dan menjauhi segala larangan ihram.

Penyelenggara

Pelaksanaan perjalanan haji dan umrah telah diatur oleh pemerintah. Haji reguler yang diselenggarakan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Ditjen PHU). Haji ONH Plus dan haji furoda diselenggarakan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
Sementara untuk umroh, jemaah bisa memilih agen travel yang sudah berizin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Waktu Pelaksanaan

Ibadah haji sudah ditentukan waktunya, yaitu antara 1 Syawal hingga 13 Dzulhijjah. Namun karena wukuf sudah ditentukan waktunya pada 9 Dzulhijjah, ibadah haji biasa dilaksanakan mendekati Dzulhijjah,

Sementara umroh bisa dilakukan kapan saja kecuali 10 Dzulhijjah dan hari Tasyrik pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Umroh juga bisa dilakukan pada saat berhaji.

Tempat

Ibadah haji tidak hanya dilakukan di Mekah, namun juga tempat lain, seperti wukuf di Arafah, melempar jumrah di Mina, dan menginap di Muzdalifah. Sedangkan umroh hanya dilaksanakan di Mekah dan ziarah ke Madinah.

Durasi Pelaksanaan

Terakhir, perbedaan haji dan umroh adalah durasi pelaksanaannya. Pelaksanaan ibadah haji membutuhkan waktu lebih lama, biasanya selama 4 hingga 5 hari. Sementara ritual dalam ibadah umroh bisa selesai dalam 2-3 jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *