Headline Kuliah

Pendaftaran Beasiswa LPDP 2024 Dibuka, Siapkan 14 Dokumen Ini

EDUVUL.COM- Pendaftaran beasiswa LPDP 2024 dibuka pada Kamis, 11 Januari 2024. Ada 4 jenis beasiswa yang ditawarkan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan yakni beasiswa reguler, targeted, afirmasi, hingga kolaborasi.

Tahun sebelumnya, anggaran yang dikucurkan ada sekitar Rp 10 triliun untuk seluruh jenis beasiswa.  Baik yang diselenggarakan LPDP maupun kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ataupun Kementerian Agama (Kemenag).

Untuk dapat mendaftar sebagai calon penerima beasiswa LPDP, terdapat sejumlah syarat dokumen yang telah ditetapkan. Dokumen inilah yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan pendaftaran LPDP 2024.

Baca juga: Beasiswa LPDP Tahap 1 2024 Dibuka, Mana Saja Kampus Tujuan?

Baca juga: 10 Jurusan Termurah SNBP Undip, Ada Prodi HI dan Oseanografi Loh Gaes

14 Dokumen untuk Pendaftaran Beasiswa LPDP 2024

  1. Biodata Diri (Online Form)
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) (Unggah)
  3. Scan Ijazah S1/S2 (Asli atau Legalisir) atau SKL (Surat Keterangan Lulus). Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari Perguruan Tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studi. (Unggah)
  4. Scan Transkrip Nilai S1/S2 (bukan Transkrip Profesi) (Unggah)
  5. Dokumen penyetaraan ijazah dan konversi IPK dari Kemendikbudristek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah dan konversi IPK (Unggah)
  6. Sertifikat Bahasa Asing yang dipersyaratkan dan Masih Berlaku (Asli) (Unggah) 
  7. Letter of Acceptance (LoA) Unconditional yang masih berlaku dan sesuai dengan Perguruan Tinggi serta Program studi yang dipilih (Unggah)
  8. Surat Rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi (dapat memilih online form atau unggah)  
  9. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit (poin-poin terlampir) (Online Form)
  10. Surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM untuk pendaftar PNS/TNI/POLRI sesuai ketentuan (Unggah)
  11. Profil diri pada formulir pendaftaran online (Online Form)
  12. Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia (Online Form)
  13. Proposal Penelitian (khusus Doktor) (Online Form)
  14. Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi (Online Form)

Untuk diketahui, LoA Unconditional yang disebut dalam dokumen di atas adalah surat resmi dari perguruan tinggi (official admission). 

Surat tersebut menyatakan seseorang telah diterima sebagai mahasiswa di perguruan tinggi tersebut dengan tanpa persyaratan, kecuali persyaratan sponsor pendanaan, dokumen fisik ijazah dan transkrip nilai jenjang studi sebelumnya, dan/atau persyaratan tambahan yang tidak berisiko mengubah status diterimanya orang tersebut sebagai mahasiswa pada program studi yang dituju serta memuat nama lengkap, jenjang studi, program studi, serta durasi studi, lama studi, permulaan studi dan/atau akhir studi.

LoA Unconditional yang diunggah harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Perguruan Tinggi dan Program Studi harus sesuai dengan salah satu pilihan pada aplikasi pendaftaran
  2. Intake studi harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan LPDP terkait waktu perkuliahan paling cepat yang diizinkan
  3. Jika intake perkuliahan yang tercantum pada LoA Unconditional yang diunggah tidak sesuai ketentuan maka wajib melampirkan Surat Defer (Penundaan) dari Perguruan Tinggi yang menerbitkan LoA
  4. Jika pendaftar mengunggah LoA Unconditional yang tidak sesuai ketentuan LPDP, maka dianggap tidak memenuhi kriteria pendaftaran.

Menkeu Sri Mulyani Ingatkan Awardee LPDP Kembali ke Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan para penerima beasiswa LPDP untuk kembali kepada Indonesia demi membangun negeri. Hal itu diungkapkan Sri ketika menghadiri persiapan keberangkatan angkatan 221 yang berjumlah 314 orang pada Senin, 8 Januari 2024.

“Kalian nanti sebagai alumni LPDP akan meneruskan, menjaga dan membesarkan Indonesia, dengan memberikan banyak solusi, baik untuk permasalahan dalam negeri maupun secara global,” kata Sri Mulyani dikutip dari siaran pers Kementerian Keuangan pada Selasa, 10 Januari 2024.

Sri Mulyani menegaskan beasiswa LPDP merupakan sebuah instrumen keuangan negara yang dikelola dalam bentuk dana abadi pendidikan yang manfaatnya kemudian dapat dinikmati langsung oleh para penerima beasiswa.

Para penerima beasiswa merupakan individu terpilih yang memiliki latar belakang pendidikan yang beragam dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang pascasarjana, master, hingga spesialis di berbagai universitas di berbagai negara melalui beasiswa LPDP.

“Yang ada di sini angkatan 221 adalah sebagian dari 0,5 persen penduduk Indonesia. Negara mengumpulkan dana untuk menyekolahkan kalian dan kalian dilambungkan menjadi 0,5 persen the top of this population. Itu adalah suatu nikmat, suatu anugrah, itu adalah berkah,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *