Headline Pustaka

Otot Polos: Fungsi, Ciri, Jaringan, Contoh, hingga Cara Kerjanya

EDUVUL.COM – Otot polos merupakan salah satu jenis otot yang menutupi tulang tubuh agar bisa bergerak. Otot polos menjadi otot yang tersebar di seluruh tubuh.

Otot ini akan bekerja dengan sendirinya tanpa perlu bantuan manusia. Mengapa disebut otot polos? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Otot Polos

Dikutip dari e-modul Biologi Kemdikbud Kelas XI yang disusun Dian Mercuningsari, otot polos adalah jenis otot yang bekerja di luar kesadaran, gerakannya teratur, namun otot polos tidak cepat lelah.

Otot polos terletak di saluran alat-alat dalam tubuh, mulai dari saluran pembuluh darah, saluran pencernaan, saluran kelamin, dan dinding rahim. Oleh karena itu, nama lain dari otot polos adalah otot alat-alat dalam tubuh.

Otot polos dipengaruhi oleh saraf otonom (saraf simpatik dan parasimpatik), dan bekerja di luar kesadaran tanpa perintah otak.

Baca juga: Lari Jarak Pendek: Pengertian dan Teknik Dasar

Baca juga: Meganthropus Paleojavanicus: Penemu dan Ciri-ciri 

Otot polos hanya punya satu inti sel, yang letaknya di tengah inti sel. Selain itu, otot polos punya struktur yang lebih kecil daripada otot lurik.

Jenis Otot Polos

Dikutip modul SMA Biologi Kemdikbud yang disusun Saifullah, otot polos bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Otot Polos Unit Tunggal

Otot polos unit tunggal yaitu otot polos yang terdiri dari ratusan hingga jutaan serabut. Serabut itu akan  berkontraksi secara keseluruhan sebagai suatu kesatuan.

Contoh, otot polos yang menyusun dinding organ dalam seperti lambung, usus, pembuluh darah, saluran empedu, ureter, dan uterus.

2.  Otot Polos Unit Ganda

Otot polos unit ganda merupakan  otot polos yang terdiri atas serabut otot yang berbeda-beda. Di mana, setiap serabut otot nya akan bekerja sendiri-sendiri.

Jenis otot polos ini biasanya jarang menimbulkan kontraksi yang spontan. Contohnya yaitu otot polos siliaris pada mata serta otot piloerektor pada rambut (otot yang menyebabkan rambut berdiri akibat rangsangan saraf simpatis).

Ciri Jaringan Otot Polos

Jaringan otot polos tersusun atas sel-sel otot polos. Adapun ciri-ciri otot polos yaitu punya jaringan yang meliputi:

  • Berinti satu dan bentuknya gelendong dengan kedua ujungnya meruncing.
  • Selnya punya ukuran panjang 30 – 200 μm (mikron yang setara seperibu milimeter) dan ber diameter 5 – 10 μm.
  • Punya satu inti sel satu, berbentuk oval di tengah sel.
  • Di sel tidak ada pita terang dan pita gelap.
  • Aktivitas selnya ambat, tetapi tidak mudah lelah.
  • Kerja otot polos dipengaruhi sistem saraf otonom (saraf tak sadar)

Cara Kerja Otot Polos

Mekanisme dasar kontraksi otot polos mirip kontraksi otot lurik. Dalam hal ini, serabut-serabutnya memiliki aktin dan miosin, tetapi miofilamen ini tersebar.

Melalui serabut otot polos kecil, maka ion Ca++ akan disimpan dalam cairan ekstraseluler. Sehingga, cara kerja otot polos yaitu atas aktivasi kontraksi yang meliputi pemasukan ion Ca++ serta pembentukan jembatan silang antara aktin dan miosin.

Saat waktu jembatan itu terbentuk, maka filamen aktin menarik “benda padat” yang ada di posisi tetap dalam sitoplasma, dan serabut itu akan memendek.

Contoh Fungsi Otot Polos

Dirangkum dari modul belajar Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia oleh Sri Handayani, beberapa fungsi otot polos di antaranya:

1. Membantu Proses Melahirkan

Fungsi otot polos dalam membantu proses melahirkan. Pada saat seorang wanita hamil, otot-otot polos yang ada di rahim akan bekerja menopang rahim yang semakin membesar seiring bertambahnya berat janin.

Saat nanti waktunya melahirkan, otot polos akan berkontraksi dan mendorong bayi menuju jalan lahir.

2.  Membuat Manusia Bisa Menggerakkan Mata

Otot polos berfungsi untuk membuat manusia bisa menggerakkan matanya. Mulai dari, berkedip hingga membuat mata mampu menyesuaikan jarak manusia dan menggerakkan bola mata ke segala arah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *