Headline Pustaka

Jam Sekolah Dikurangi Selama Puasa, Bagaimana Agar Tetap Efektif?

EDUVUL.COM- EDUVULIAN tentu paham banyak sekolah mengurangi jam belajar saat bulan puasa. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi guru untuk menyesuaikan waktu mengajar yang berkurang.

Nah, bagaimana solusi terutama dari pihak pengajar agar pembelajaran di sekolah tetap mangkus atau berhasil guna selama masa puasa?

Ketua Kampus Pemimpin Merdeka,Rizqy Rahmat Hani, mengatakan langkah-langkah  yang bisa dilakukan  guru agar tetap bisa memberikan pembelajaran yang efektif selama bulan puasa yakni fokus pada materi esensi.

“Pilih kompetensi yang levelnya tidak terlalu sulit bagi murid. Dengan demikian, pembelajaran akan tetap bermakna untuk murid,” kata Rizqy dalam keterangan tertulisnya pada EDUVUL yang dikutip, Rabu (29/3/2023).

Baca juga: Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat Arab dan Latin Plus Jawaban

Baca juga: Guru Madrasah Non-PNS Dapat Tunjangan Rp 250 Ribu Per Bulan, Caranya?

Selama bulan puasa, Rizqy menuturkan, sebagai guru harus memahami kondisi murid mungkin berbeda dengan bulan lainnya. Ada sebagian murid yang energinya tetap sama, tapi ada juga yang berkurang.

Untuk murid SD misalnya, mungkin baru belajar menjalankan ibadah puasa sehingga hal tersebut menjadi tantangan besar bagi mereka.

Selanjutnya, Rizqy menganjurkan agar guru memadukan proses belajar sinkron dan asinkron. Proses sinkron merupakan metode belajar saat murid dan guru melakukan interaksi secara langsung.

Kegiatan sinkron yang pernah dilakukan Rizqy sebagai guru bahasa Indonesia saat mengajar di bulan puasa di antaranya mengajak murid membuat video presentasi atau podcast. Topik yang disepakati merupakan yang relevan seperti budaya dan tradisi bulan puasa.

Baca juga: Doa Qunut Subuh Sendiri Lengkap Latin dan Terjemahan

Sedangkan pada proses asinkron, murid dapat belajar secara mandiri atau berkelompok tanpa pendampingan guru secara realtime.

Sebagai contoh, mengajak murid mendiskusikan puasa dengan orang tua dan mengajak murid menonton film yang ada kaitannya dengan bulan Ramadan di rumah.

Mengombinasikan keduanya akan membuat murid bisa belajar dengan waktu yang lebih fleksibel dan sesuai cara belajar mereka.

“Ketika guru memadukan sinkron dan asinkron, guru akan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kaya dan efektif untuk murid. Ini sebenarnya tidak hanya berlaku ketika bulan puasa,” kata Rizqy.

Rizqy juga menyoroti strategi manajemen kelas agar dibuat menarik untuk murid. Seperti memasukkan permainan yang disukai murid sehingga membuat murid tidak ingat waktu. Namun dalam menyiapkan strategi ini, guru harus melibatkan murid.

Dia mengungkapkan, seringkali guru terjebak pada caranya sendiri. Memikirkan sendiri cara mengajar seperti apa yang menyenangkan.

“Guru sudah mikir, wah pasti murid senang dengan cara ini. Ternyata tidak sesuai dengan keinginan dan kebutuhan murid. Oleh karena itu, penting banget untuk melibatkan murid,” ujarnya

Terakhir, guru harus memperhatikan kondisi murid saat bulan puasa. Seperti kesiapan murid untuk belajar. Selama proses belajar, guru juga perlu beberapa kali melakukan pengecekan kondisi murid.

Harapannya, dengan cara ini, guru akan lebih tahu harus berbuat apa jika mendapati murid yang kondisinya menurun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *