Headline Pustaka

Interpretasi Citra dalam Geografi: Pengertian, Langkah, dan Unsur

EDUVUL.COM- Interpretasi citra merupakan salah satu metode yang diperlukan dalam bidang ilmu geografi. Seperti apa penjelasan mengenai metode tersebut?

Sebelum masuk dalam pembahasan interpretasi citra, perlu diketahui bahwa penginderaan jauh adalah suatu proses yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah, atau fenomena tertentu dengan menganalisis data yang diperoleh melalui alat tanpa perlu melakukan kontak langsung dengan objek yang sedang diteliti.

Oleh sebab itu, penginderaan jauh memiliki peran yang sangat penting dalam bidang ilmu geografi, karena mampu mengidentifikasi ciri-ciri bentang alam dan budaya yang ada di permukaan Bumi.

Dalam proses penginderaan jauh, kedua aspek tersebut, yaitu bentang alam dan budaya, dapat direkam oleh beragam jenis sensor yang menghasilkan citra. Citra ini adalah representasi visual dari data yang dihasilkan melalui teknologi penginderaan jauh.

Baca juga: 12 Ilmu Penunjang Geografi, Dari Geologi hingga Hidrologi

Baca juga: Contoh Soal TIU SKD CPNS 2023, Cocok Buat Latihan di Rumah

Untuk dapat memahami informasi yang terkandung dalam citra foto yang dihasilkan, diperlukan suatu proses yang disebut sebagai interpretasi citra. Interpretasi citra adalah suatu metode yang digunakan untuk menguraikan, menganalisis, dan mengartikan informasi yang terkandung dalam citra tersebut.

Pengertian Interpretasi Citra

Menurut Samadi, SPd., M.Si. dalam buku Geografi 3 SMA mengatakan bahwa pengertian interpretasi citra adalah upaya pengenalan identitas (ciri-ciri) suatu objek atau gejala yang tergambar melalui citra.

Proses interpretasi ini mewajibkan pengenalan dan penerjemahan objek yang direpresentasikan dalam citra ke dalam konteks disiplin ilmu tertentu, dengan tujuan penggunaan yang spesifik.

Hasil dari interpretasi citra dapat menghasilkan data dalam dua bentuk, yaitu numerik dan visual. Data numerik dihasilkan melalui proses interpretasi citra secara digital, yang melibatkan penggunaan data yang dikumpulkan oleh alat penginderaan jauh dalam sistem komputer.

Data ini terdiri dari piksel (unit gambar) yang merupakan komponen terkecil dalam citra dan berbentuk segi empat. Data tersebut kemudian dianalisis dengan melakukan klasifikasi berdasarkan karakteristik yang relevan sesuai dengan konteks interpretasi yang diinginkan.

Sementara itu, interpretasi citra yang dilakukan secara manual melibatkan analisis unsur-unsur visual yang muncul dalam citra. Sebagai contoh, kesamaan warna atau nuansa dapat membentuk pola tertentu, yang membantu dalam mengidentifikasi kelompok fenomena yang mungkin ada dalam citra. Proses ini melibatkan pemahaman mendalam dan penafsiran visual yang cermat.

Baca juga: 10 Konsep Geografi yang Esensial, Ada Jarak hingga Pola

Baik melalui metode interpretasi citra digital maupun manual, kedua pendekatan tersebut memainkan peran penting dalam pemahaman dan pengambilan data dari citra. Informasi yang dihasilkan melalui interpretasi citra menjadi landasan dalam berbagai aplikasi, termasuk dalam konteks ilmu geografi dan bidang-bidang lain yang memanfaatkan data visual.

Langkah-Langkah Interpretasi Citra

Untuk mendapatkan data geografi dari hasil penginderaan jauh, maka perlu dilakukan beberapa langkah interpretasi citra. DIkutip dari buku Geografi untuk SMA-MA Kelas XII karya Eko Titis Prasoko, berikut langkah-langkah interpretasi citra:

1. Deteksi benda atau gejala di sekitar lingkungan dengan laat penginderaan atau sensor.

2. Identifikasi objek yang tergambar pada citra melalui ciri-ciri spektral, spasial, dan temporal.

3. Pengenalan objek yang tampak secara langsung dengan pengetahuan lokal.

4. Analaisis kelompok objek yang memeiliki unsur citra yang sama.

5. Deduksi bukti-bukti yang diperoleh ke dalam suatu kesimpulan tertentu.

6. Klarifikasi hasil citra melalui deskripsi kenampakan yang dibatasi.

7. Idealisasi atau menyajikan hasil interpretasi baik berupa data numerik atau visual seperti peta.

Unsur Interpretasi Citra dan Contohnya

Mengutip dari Modul Pembelajaran SMA Geografi Kelas XII karya Fitri Sekar Lestari, berikut unsur-unsur interpretasi citra beserta dengan contohnya:

1. Warna dan Rona

Rona adalah tingkat kecerahan atau kegelapan suatu objek yang terdapat pada foto udara atau pada citra lainnya. Pada foto udara berwarna, rona dipengaruhi oleh spektrum gelombang elektromagnetik yang digunakan. Misalnya, rona gelap menunjukkan lautan yang dalam, atau warna cokelat kekuningan menandakan air keruh.

2. Bentuk

Pada foto citra, bentuk menjadi hasil konfigurasi atau kerangka suatu objek. Misalkan gedung sekolah pada umumnya memiliki kerangka bangunan berbentuk U, L, atau I persegi panjang.

3. Ukuran

Ukuran merupakan ciri objek yang antara lain berupa jarak, luas, tinggi lereng dan volume. Ukuran objek pada citra berupa skala. Contohnya, lapangan bola dicirikan berbentuk segiempat dengan ukuran tetap yaitu 80 hingga 100 meter.

4. Pola 

Pola merupakan merupakan ciri yang menandai banyak objek bentukan manusia atau objek alamiah. Contohnya pola aliran sungai menandai struktur geologis berbentuk S atau pola aliran trelis menandai struktur lipatan.

5. Tekstur

Tekstur adalah frekuensi perubahan rona pada citra yang dinyatakan dengan bentuk kasar, halus, dan sedang. Contohnya hutan bertekstur kasar, sedangkan semak bertektur halus.

6. Situs

Situs adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Misalnya pemukiman memanjang umumnya ditemukan di pinggir pantai, atau persawahan banyak ditemukan di dataran rendah.

7. Bayangan

Bayangan menjadi detail dari objek yang berada di daerah gelap. Contohnya, lereng terjal tampak lebih jelas ketika memiliki bayangan yang tertangkap oleh foto citra.

8. Asosiasi

Asosiasi adalah keterkaitan antara objek yang satu dengan objek yang lainnya. Contohnya stasiun kereta api berasosiasi dengan jalan kereta api yang jumlahnya lebih dari satu (bercabang).

9. Konvergensi Bukti

Konvergensi bukti adalah penggunaan beberapa unsur interpretasi citra sehingga lingkupnya menjadi semakin menyempit ke arah satu kesimpulan tertentu. Misalnya tumbuhan dengan tajuk seperti bintang pada citra, menunjukkan pohon palem. Bila ditambah unsur interpretasi lain, seperti situsnya di tanah becek dan berair payau, maka tumbuhan palma atau sagu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *