Headline Pustaka

Fakta Otak Manusia, Menyusut 10 Persen dalam Ribuan Tahun

EDUVUL.COM- Volume otak manusia telah menjadi topik yang menarik dan kontroversial dalam studi evolusi manusia. Ada klaim yang menyebutkan bahwa volume otak manusia telah menyusut seiring waktu. 

Namun, apakah ini benar? Artikel ini akan menjelaskan tentang volume otak dan perubahan yang terjadi seiring evolusi dalam ribuan tahun.

Sebuah studi yang dilakukan oleh antropolog dari University of Wisconsin di Madison, Amerika Serikat John Hawks, menyatakan volume otak manusia telah menyusut sekitar 9 inci kubik (150 sentimeter kubik) dalam ribuan tahun terakhir.

Hal ini ditemukan melalui data arkeologis yang mencakup berbagai wilayah di dunia seperti Eropa, Cina, Afrika Selatan, dan Australia. Menurut Hawks, ini mewakili sekitar 10 persen penurunan dari rata-rata volume otak sekitar 82 inci kubik (1.350 sentimeter kubik) pada masa lalu.

Baca juga: Ide Lomba 17 Agustus 2023, Meriahkan Hari Kemerdekaan dengan Kawan

Baca juga: Tak Lolos Audit, Zenius Putus Kerja Sama Beberapa Cabang Primagama

“Data-data arkeologi menunjukkan volume otak manusia mengalami penyusutan,” ujar Hawks pada Live Science beberapa waktu lalu yang dikutip EDUVUL.COM, Jumat (7/11/2023).

Meskipun penurunan volume otak manusia ini terjadi, para peneliti belum sepenuhnya memahami penyebabnya. Beberapa teori menyatakan bahwa otak sedang berevolusi untuk menjadi lebih efisien. 

Mereka berpendapat bahwa otak yang lebih kecil mungkin lebih efektif dalam memproses informasi dan menghasilkan kecerdasan yang sama atau bahkan lebih baik dibandingkan dengan otak yang lebih besar. 

Teori lain mengusulkan bahwa tengkorak manusia menjadi lebih kecil karena perubahan pola makan kita. Kita sekarang lebih cenderung mengonsumsi makanan yang mudah dikunyah, sehingga tulang rahang yang besar dan kuat tidak lagi diperlukan.

Baca juga: Daya Tampung SIMAK UI 2023: S1 Reguler, S1 Non-reguler, Vokasi, dan D4

Namun, penting untuk dicatat bahwa ukuran otak tidak secara langsung berkorelasi dengan kecerdasan. Meskipun manusia purba memiliki volume otak yang lebih besar, itu tidak berarti bahwa mereka lebih pintar daripada manusia modern. 

Keberhasilan dan kecerdasan seseorang bergantung pada banyak faktor, termasuk struktur otak, konektivitas neuron, dan faktor lingkungan.

Dalam penelitian lebih lanjut, diharapkan akan ada pemahaman yang lebih mendalam tentang evolusi otak manusia dan bagaimana perubahan ini mempengaruhi kita sebagai spesies. 

Perubahan ini menunjukkan betapa dinamisnya evolusi manusia dan seberapa baik kita dapat beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *