Pustaka

Bank Sentral: Pengertian, Fungsi, dan Contoh di Dunia

EDUVUL.COM- Bank sentral adalah sebuah institusi yang bertanggung jawab melakukan pengawasan pada sistem moneter suatu negara. Ragam pengawasannya antara lain mengawasi kebijakan moneter untuk melaksanakan tujuan tertentu seperti stabilitas mata uang, inflasi yang rendah, dan kesempatan kerja penuh.

Fungsi bank sentral di Indonesia dijalankan oleh Bank Indonesia. Dikutip dari Undang-undang No. 6 tahun 2009 tentang Bank Indonesia, Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen, bebas dari campur tangan Pemerintah dan/atau pihak-pihak lainnya, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang.

Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah dan/atau pihak lain.

Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga.

Baca Juga: Keren Banget! SMA Labschool Jakarta Wakili Indonesia di Kompetisi Harvard University

Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.

Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Kestabilan nilai rupiah tersebut dicapai melalui pengelolaan bidang moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan

UU Nomor 6/2009 juga mengatur kewenangan Bank Indonesia. Wewenang Bank Indonesia adalah:

a. menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi;

b. melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan caracara yang termasuk tetapi tidak terbatas pada:
1) operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing;
2) penetapan tingkat diskonto;
3) penetapan cadangan wajib minimum;
4) pengaturan kredit atau pembiayaan

c. Mengeluarkan, mengedarkan, menarik dan memusnahkan uang rupiah serta menetapkan macam, harga, ciri uang, bahan yang digunakan serta tanggal mulai berlakunya.

d. Memberi izin kepada pihak lain untuk menyelenggarakan sistem jasa pembayaran, mengatur sistem kliring antar bank dan menyelengarakan penyelesaian akhir pembayaran antar bank.

e. Memberi dan mencabut izin lembaga atau kegiatan usaha tertentu dari bank.

f. Melakukan bank pengawasan secara langsung maupun tidak langsung

g. Mengenakan sanksi terhadap bank, sesuai ketentuan perudang-undangan.

Contoh-contoh Bank Sentral di Dunia

  • U.S. Federal Reserve System (Fed)
  • European Central Bank (ECB)
  • Bank of England (BOE)
  • Bank of Japan (BOJ)
  • Swiss National Bank (SNB)
  • Bank of Canada (BOC)
  • Reverse Bank of Australia (RBA)
  • Reverse Bank of New Zealand (RBNZ)
  • Bank Indonesia (BI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *