Headline Kuliah

7 Kesalahan Tersering Pendaftar Beasiswa LPDP, Kurang Baca hingga Minder

EDUVUL.COM Pendaftaran beasiswa LPDP tahap 1 2024 telah dimulai sejak Kamis (11/1/2024) lalu. Pelamar harus benar-benar memperhatikan pedoman yang ditetapkan panitia dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementeriam Keuangan agar terhindar dari kesalahan.

Awardee LPDP 2021 Maria Celline Wijaya mengungkapkan beberapa hal yang bisa menyebabkan pelamar beasiswa LPDP gagal atau tersisih. “Satu hal yang paling penting adalah iqro atau baca,” ujar Celline beberapa waktu lalu dalam kanal Youtube Celline Wijaya.

Selain itu, menurut Celline yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di Harvard Medical School, Harvard University, Amerika Serikat ada beberapa hal penting lain yang bisa menyebabkan kegagalan. Apa saja?

Baca juga: Jurusan Terketat Unpad 2023, Info Buat Daftar SNBP 2024 Nih

Baca juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP 2024 Dibuka, Siapkan 14 Dokumen Ini

7 Penyebab Kegagalan Daftar Beasiswa LPDP

1.Mendaftar ke universitas  yang tidak ada dalam daftar beasiswa LPDP

Menurut Celline, daftar kampus ini tergantung jalur LPDP yang dipilih pelamar.  Pilihan di luar daftar kampus dalam jalur tersebut secara otomatis membuat pelamar gugur di seleksi administrasi. “Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia ada daftar sendiri lalu reguler ada daftar sendiri,” ujar Celline.

Semua informasi yang dibutuhkan perihal daftar perguruan tinggi tersebut disediakan di situs LPDP. “Harus baca dan cari tahu lewat website. Pastikan universitas yang dituju ada di situ,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tersebut. 

2. Tidak tahu prioritas negara 

LPDP merupakan beasiswa yang disediakan pemerintah. Karena itu pemerintah mengharapkan alumni yang dihasilkan  harus sesuai dengan kebutuhan negara. Melamar pada program studi yang dibutuhkan negara membuat kesempatan diterima lebih besar.

“Misalnya lagi butuh kesehatan masyarakat akan lebih besar kesempatan untuk diterima karena habis pandemi. Kesehatan masyarakat dibutuhkan banget. Itulah pentingnya memastikan apakah bidang yang dituju dibutuhkan di Indonesia. Ini adalah kunci keterima LPDP,” ujar Celline.

Bagaimana cara mengetahui sektor mana saja yang menjadi prioritas pembangunan negara. Celline menyarankan agar para calon pelamar membaca  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) atau Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional ( RPJPN).

“Membaca RPJMN atau RPJPN kamu bisa melihat Indonesia sedang menuju ke arah mana. Sering-sering membaca dan cari-cari informasi,” ujarnya.

3. Tidak membaca peraturan terbaru beasiswa LPDP

Celline mengungkapkan peraturan LPDP dinamis. Seperti aturan penyetaraan ijazah tidak ada di LPDP 2021 tapi kemudian muncul sebagai syarat di LPDP 2022. “Hal-hal seperti ini membuat harus rajin-rajin baca buku pedoman terbaru,” ujarnya.

4. Menulis esai kontribusi memakai bahasa yang tidak dikuasai

Celline mengatakan dalam buku pedoman tidak ada petunjuk memakai bahasa Inggris untuk menyusun esai rencana kontribusi di Indonesia. Selain itu, aturan juga tidak menyebutkan esai yang memakai bahasa Inggris mendapat penilaian yang lebih tinggi.

“Kemampuan bahasa Inggris akan dilihat melalui skor TOEFL dan pada sesi wawancara akan ada kesempatan untuk ngomong bahasa Inggris,” ujarnya.

Ia mengungkapkan pengalaman beberapa temannya yang menulis esai memakai bahasa Indonesia. Padahal pelamar tersebut melamar  ke kampus luar negeri. “Dia juga bisa lolos.

Pilih bahasa yang dikuasai. Agar pikirannya bisa tersampaikan dengan baik di esai tersebut,” kata Celline.

5. Memilih topik/isu yang tidak relevan dengan kondisi terkini di Indonesia

Kesalahan ini masih berhubungan dengan menulis esai kontribusi. Pelamar harus benar-benar menyambungkan topik esai dengan topik Indonesia saat ini. “Jadi jangan sampai cuek dengan kondisi Indonesia saat ini. Selalu update berita terbaru agar relevan,” ujar Celline.

6. Over Confident

Sikap ini seringkali muncul saat sesi seleksi wawancara. Menurut Celline rasa percaya diri memang sangat dibutuhkan tapi hati-hati jangan sampai berlebihan dan terkesan membual.

“Memang sangat susah membedakan antara percaya diri dengan bragging. Tipsnya lebih pada show don’t tell. Dari esai sudah kelihatan kamu seperti apa. Jadi jangan mengomongkan itu secara berlebihan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Saat menceritakan pencapaian lebih pada dampaknya itu seperti apa. Apa yang berhasil dilakukan dengan projectmu. Jangan menonjolkan ‘aku’ yang besar banget. Fokus ke impaknya.”

7. Rasa Minder

Terlalu percaya diri salah tapi jangan juga yang muncul justru rasa minder. “Harus imbang antara percaya diri dan humble. Ada yang curhat karena insecure. Memang cukup banyak yang krisis kepecayaan diri, tidak pede. Pdahal mereka punya kemampuan . Minder ini penghambat besar,” ujarnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *