Gawe Headline

5 Tips Hindari Lowongan Kerja Palsu, Fresh Graduate Wajib Tahu

EDUVUL.COM- Fresh graduate yang baru lulus kuliah, kadang tiba-tiba  menerima panggilan untuk wawancara kerja.  Meskipun Anda tidak pernah melamar pekerjaan tersebut sebelumnya.

Situasi ini dilematis bagi sejumlah orang. Keinginan untuk segera mendapatkan pekerjaan bisa membuat fresh graduate tutup mata atas keganjilan yang terjadi.

Ketika situasi seperti ini terjadi, penting bagi Anda untuk tetap waspada. Hal ini disebabkan oleh adanya banyak lowongan kerja “palsu” yang beredar saat ini.

Dikutip dari University of Colorado Boulder, Amerika Serikat EDUVULIAN bisa melakukan pencegahan agar tak tertipu. Salah satunya dengan melakukan riset pada perusahaan yang menghubungi atau memasang iklan lowongan kerja.

Baca juga: SIMAK UI 2023: Daya Tampung, Keketatan dan Materi Ujian

Baca juga: 15 Latihan Soal SIMAK UI 2023 Kemampuan Dasar Bahasa Inggris

“Apakah mereka memiliki situs web terkemuka atau referensi profesional? Apakah daftar pekerjaan yang ingin Anda lamar juga ada di halaman karier utama mereka?,” seperti yang EDUVUL kutip dari laman kampus tersebut, Selasa (15/5/2023).

Di Indonesia, terdapat ketimpangan antara jumlah lowongan pekerjaan dan jumlah pencari kerja. Hal ini membuat banyak pencari kerja mudah tergoda dengan iklan-iklan lowongan pekerjaan.

Terutama ketika iklan tersebut menawarkan iming-iming penghasilan yang tinggi.

Tips Penting Menghindari Lowongan Kerja Palsu

Untuk menghindari penipuan lowongan kerja palsu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Pastikan perusahaan yang Anda lamar tidak meminta biaya yang tidak wajar.

Biaya yang dimaksud di sini adalah biaya administrasi atau biaya untuk mengikuti psikotes. Perusahaan yang baik biasanya memiliki divisi rekrutmen yang khusus menangani perekrutan karyawan. Divisi ini memiliki anggaran tersendiri untuk kegiatan seperti psikotes dan pelatihan.

  • Waspadai tawaran yang tidak sesuai dengan posisi yang dilamar

Beberapa perusahaan biasanya mengundang pelamar untuk wawancara sebagai langkah awal dalam proses seleksi. Jika Anda melamar posisi di divisi pemasaran, pastikan bahwa wawancara akan berfokus pada divisi tersebut.

Namun, jika Anda langsung diminta untuk terlibat dalam multi-level marketing atau skema penjualan piramida pada tahap wawancara awal, Anda patut merasa curiga.

  • Skeptis dan berhati-hatilah terhadap iklan lowongan kerja yang meragukan

Jika Anda menemukan iklan lowongan yang terkesan meragukan, sebaiknya Anda tetap waspada. Beberapa orang membuat iklan tanpa mencantumkan informasi tentang perusahaan terkait.

Mereka hanya memberikan informasi yang singkat. Sebagai contoh, iklan lowongan kerja mungkin hanya berbunyi, “Dibutuhkan tenaga pemasaran, gaji bulanan 4 juta.”

Jika suatu pekerjaan menawarkan banyak uang untuk pekerjaan yang sangat sedikit, bisa jadi itu adalah scammer yang mencoba mendapatkan informasi pribadi dari Anda.

  • Hati-hati jika diminta untuk membeli produk tertentu

Ketika Anda mengirimkan surat lamaran kerja, perusahaan akan menerima CV Anda. Beberapa orang tidak bertanggung jawab dapat memanfaatkan CV Anda untuk menjual produk mereka.

Oleh karena itu, tidak jarang Anda akan menerima telepon dengan tawaran kartu kredit, kredit tanpa agunan, atau asuransi.

  • Perhatikan iklan lowongan kerja yang tidak mencantumkan alamat email resmi perusahaan

Saat ini, pengiriman surat lamaran pekerjaan sering dilakukan melalui email. Terkadang, Anda mungkin menerima panggilan kerja melalui email dari perusahaan besar.

Namun, penting untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu agar yakin bahwa perusahaan tersebut memang asli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *