Headline Pustaka

10 Konsep Geografi yang Esensial, Ada Jarak hingga Pola

EDUVUL.COM – Kajian dalam ilmu geografi mencakup pencitraan bumi, sifat-sifat bumi, gejala alam, gejala manusia yang mendiami permukaan bumi, serta faktor-faktor yang membentuk karakteristik bumi. Secara umum, terdapat sepuluh konsep geografi yang membentuk landasan penting dalam disiplin ini. Apa saja konsep-konsep tersebut?

Kata “geografi” berasal dari bahasa Yunani yang pertama kali diperkenalkan oleh Eratosthenes (276 – 195 SM). “Geo” berarti “bumi,” sementara “Graphein” berarti “tulisan.”

Perhatian dalam ilmu geografi tidak terbatas pada aspek fisik alam dan bagian-bagian alam semesta yang memengaruhi bumi. Ilmu ini mencakup semua fenomena yang terjadi di permukaan bumi, baik yang berkenaan dengan sifat fisik maupun aspek sosialnya. Pada intinya, ilmu geografi mengeksplorasi hubungan saling ketergantungan antara manusia dan lingkungannya.

Obyek studi dalam ilmu geografi dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu objek material geografi (geosfer) dan objek formal geografi (pendekatan penelitiannya). Objek material geografi mencakup segala hal yang ada di bumi, termasuk unsur-unsur mati dan makhluk hidup beserta lingkungannya. Objek material geografi sering disebut sebagai geosfer. Sementara itu, objek formal geografi mengacu pada pendekatan yang digunakan untuk mengkaji objek material geografi atau geosfer tersebut.

Baca juga: Cek Formasi CPNS 2023 Kejaksaan RI Lulusan SMA, Posisi Apa Saja?

Baca juga: Hewan Axolotl yang Lucu dan Unik, Masuk Golongan Amfibi atau Ikan Ya?

10 Konsep Geografi

Konsep geografi merujuk pada sekelompok fenomena atau gejala yang digunakan untuk menjelaskan berbagai peristiwa yang terjadi di permukaan bumi. Ikatan Geograf Indonesia (IGI) telah mengadopsi sepuluh konsep geografi yang dianggap esensial, berdasarkan hasil Seminar dan Lokakarya IGI yang diselenggarakan di Semarang pada tahun 1988.

Pola atau pattern

Pola adalah susunan benda-benda di permukaan bumi dalam kaitannya dengan benda-benda lain. Di mana pola  mengacu pada bagaimana jarak distribusi.

Pola bisa dibagi atas pola linear yaitu sepanjang garis lurus seperti sungai, jalan, rel kereta api. Kemudian kedua, pola tersentralisasi di mana benda mengelilingi benda lain, contohnya di kota negara Islam rumah dan bangunan umum boleh mengelilingi masjid.

Ada juga yang disebut pola acak yaitu tidak ada distribusi reguler yang terlihat. Lalu terakhir pola rectilnear atau grid yang mencerminkan sistem lahan persegi panjang seperti lahan pertanian atau sistem survei kota awal.

Lokasi

Lokasi merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam ilmu geografi. Ia mengacu pada posisi suatu objek yang dapat diidentifikasi dan dipetakan dalam berbagai konteks. Penting untuk diingat bahwa lokasi tidak terbatas pada permukaan bumi saja, melainkan juga dapat mencakup lokasi di dalam bumi, dalam laut, di atmosfer, atau bahkan di luar angkasa.

Lokasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis utama, yaitu lokasi nominal, lokasi relatif, dan lokasi absolut. Lokasi nominal hanyalah penamaan suatu tempat, seperti contoh-contoh yang umumnya kita kenal seperti DKI Jakarta, Pegunungan Himalaya, Sungai Bengawan Solo, atau Surabaya. Lokasi nominal ini sekadar menyediakan nama tempat dan memiliki fleksibilitas dalam skala pengukuran.

Sementara itu, lokasi relatif adalah bentuk lokasi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini berkaitan dengan sejauh mana suatu objek atau tempat berada dalam hubungannya dengan objek atau tempat lain di sekitarnya. Petunjuk arah yang kita berikan kepada orang lain sering kali bergantung pada referensi kepada objek-objek tertentu dalam jarak yang relatif.

Terakhir, lokasi Absolut, adalah lokasi yang bersifat mutlak menurut letak lintang dan bujur bersifat tetap. Sifat mutlak dalam konsep ini berarti tidak bisa berubah karena menggunakan deteksi lokasi yang disepakati secara Internasional yaitu sistem koordinat lintang dan bujur dalam satuan derajat, menit, detik.

Banyak teknologi seperti sistem navigasi GPS menggunakan baik lokasi relatif maupun absolut untuk memberikan panduan dan peta interaktif kepada pengguna. 

Saat kita memasukkan alamat atau titik awal ke dalam aplikasi seperti Google Maps, kita sebenarnya menggabungkan informasi lokasi relatif dan absolut, yang menghasilkan petunjuk arah yang efisien untuk mencapai tujuan kita.

Jarak

Jarak adalah derajat atau besarnya jarak antar lokasi. Konsep jarak secara umum dibagi menjadi dua, yaitu jarak absolut mutlak dan jarak relatif. Jarak absolut atau linier diukur dalam satuan tersebut seperti meter dan kilometer. 

Adapun jarak relatif mempertimbangkan faktor lain, misalnya lamanya waktu yang diperlukan untuk melakukan perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lain, biaya yang diperlukan, atau kenyamanannya perjalanan. 

Dikutip dari VCE Geography Study Design 2022–2026, sebenarnya ada pula yang dikenal sebagai jarak psikologis mengacu pada cara orang memandang jarak. Misalnya jika terbiasa pada suatu tempat maka tempat tersebut terasa lebih dekat, sementara tempat yang kurang familiar terasa lebih jauh.

Kemudian ada juga yang dikenal dengan jarak budaya berkaitan dengan derajat persamaan atau perbedaan sikap dan norma sosial. 

Misalnya, negara-negara seperti Australia dan Inggris mempunyai jarak yang jauh secara absolut, tapi mungkin dianggap dekat dalam hal jarak budaya.

Keterjangkauan

Keterjangkauan adalah kemampuan untuk mencapai suatu tempat sehubungan dengan tempat lain. Dalam konteks ini, keterjangkauan mengacu pada kemudahan mencapai suatu tujuan. 

Masyarakat yang berada di lokasi yang lebih mudah diakses akan mampu mencapai aktivitas dan tujuan lebih cepat dibandingkan masyarakat yang berada di lokasi yang tidak dapat diakses. Yang terakhir ini tidak akan dapat menjangkau jumlah lokasi yang sama dalam jangka waktu tertentu.

Keterjangkauan menentukan akses dan peluang yang setara. Tingkat keterjangakauan  angkutan umum, misalnya, adalah metode perencanaan transportasi yang menentukan tingkat akses lokasi geografis terhadap transportasi umum.

Aglomerasi

Aglomerasi merujuk pada proses pengelompokan, akumulasi, dan konsentrasi. Dalam konteks spasial, aglomerasi menggambarkan pengumpulan lokal yang melibatkan sekelompok orang, infrastruktur, dan institusi tertentu.

Konsep geografi aglomerasi ini membantu para peneliti di bidang geografi untuk menjelaskan kecenderungan di mana aktivitas ekonomi, jumlah penduduk, atau fasilitas tertentu cenderung berkumpul atau mengelompok dalam wilayah-wilayah tertentu.

Contoh aglomerasi adalah Tangerang dijuluki Kota Seribu Pabrik karena menjadi wilayah aglomerasi industri manufaktur, atau tempat banyak pabrik beroperasi.

Morfologi

Konsep morfologi dalam ilmu geografi mengacu pada hubungan antara karakteristik fisik dan bentuk permukaan bumi secara keseluruhan. Dengan memahami konsep ini, kita dapat merinci dan menjelaskan dengan lebih baik tentang bentuk, struktur, dan karakteristik fisik dari suatu wilayah geografis.

Contoh morfologi adalah Pegunungan Himalaya memiliki morfologi yang unik dengan puncak-puncak tertinggi di dunia, lembah-lembah dalam, dan gletser-gletser besar.

Nilai Guna

Konsep nilai guna adalah suatu konsep yang erat kaitannya dengan studi geografi yang mengacu pada manfaat yang diberikan oleh berbagai fenomena geosfer di wilayah tertentu di permukaan bumi bagi makhluk hidup. Penting untuk dicatat bahwa nilai guna ini tidak seragam untuk semua individu.

Diferensiasi Area atau Perbedaan Wilayah 

Konsep diferensiasi area adalah suatu konsep yang menggambarkan perbedaan yang ada di antara berbagai daerah di permukaan bumi. Konsep ini membantu dalam memahami perbedaan dalam karakteristik dan ciri khas yang dimiliki oleh satu wilayah jika dibandingkan dengan wilayah lainnya.

Contoh konsep diferensiasi area atau perbedaan wilayah dapat ditemukan dalam berbagai konteks, salah satunya adalah dalam lingkup lithosfer atau kerak bumi. Perbedaan bentuk muka bumi antara satu tempat dengan tempat lain seringkali berkaitan dengan proses geologi yang membentuknya. Sebagai contoh, wilayah yang berdekatan dengan pantai akan memiliki topografi dan karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan wilayah yang berada di gurun pasir. Begitu pula, wilayah yang berada di lereng gunung berapi akan memiliki perbedaan dengan wilayah yang terletak di perbukitan karst.

Interaksi Interdependensi

Konsep Interaksi Interdependensi adalah prinsip dalam geografi yang menggambarkan hubungan antara fenomena geosfer yang satu dengan yang lainnya, menciptakan kondisi di mana mereka saling tergantung. Salah satu contoh konkret dari interaksi interdependensi antar fenomena geosfer adalah hubungan antara wilayah pedesaan dan perkotaan.

Konsep interaksi interdependensi sangat erat kaitannya dengan prinsip interrelasi, yaitu gagasan bahwa satu fenomena geosfer terkait dengan fenomena geosfer lainnya. Dalam konteks ini, konsep ini memberikan gambaran bahwa tidak ada fenomena geosfer yang beroperasi secara terisolasi, melainkan saling terhubung.

Ada beberapa bentuk interaksi interdependensi antara fenomena geosfer, salah satunya adalah interaksi antara manusia. Interaksi antar manusia terjadi sehari-hari, baik dalam skala wilayah yang sama maupun antara wilayah yang berbeda. Sebagai contoh, interaksi antara wilayah pedesaan dan wilayah perkotaan adalah bentuk konkret dari interaksi ini.

Berdasarkan konsep diferensiasi area, wilayah pedesaan dan perkotaan memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal geografi, ekonomi, sosial, dan aspek lainnya. Perbedaan karakteristik ini menciptakan interaksi antara wilayah pedesaan dan perkotaan. Ketika interaksi ini berlangsung secara intensif, maka terbentuk kondisi di mana keduanya saling tergantung.

Ketergantungan antara wilayah pedesaan dan perkotaan ini dalam konsep interaksi ruang geografis menggambarkan kondisi saling melengkapi (regional complementary). Hal ini disebabkan oleh perbedaan dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Wilayah pedesaan memiliki surplus hasil pertanian, perkebunan, dan hutan dalam bentuk bahan mentah, sementara wilayah perkotaan memiliki surplus barang jadi hasil industri.

Karena perbedaan ini, terjadi saling suplai, di mana desa mengirimkan bahan mentahnya ke kota yang memerlukannya, sementara kota mengolah bahan mentah tersebut menjadi barang jadi yang dibutuhkan oleh desa. Hubungan saling suplai ini menciptakan interaksi yang memiliki sifat ketergantungan satu sama lain antara wilayah pedesaan dan perkotaan.

Keterkaitan Keruangan

Keterkaitan keruangan adalah sebuah konsep yang sangat penting dalam ilmu geografi yang mempertimbangkan hubungan antara elemen-elemen yang membentuk suatu wilayah. Konsep ini memeriksa bahwa fenomena geosfer yang terjadi dalam suatu wilayah tertentu memiliki keterkaitan dengan fenomena lain yang hadir di wilayah yang sama atau dipengaruhi oleh fenomena-fenomena sebelumnya.

Konsep keterkaitan keruangan memiliki persamaan dengan unsur interpretasi citra penginderaan jauh, yang disebut sebagai unsur asosiasi. Sebagai contoh, ketika kita menganalisis foto udara, kita dapat menyimpulkan bahwa suatu obyek merupakan pelabuhan jika terdapat dermaga, perahu, fasilitas pemecah gelombang, dan menara mercusuar. Demikian pula, jika kita menemukan tempat parkir pengunjung, area parkir bus, bus yang sedang parkir, dan jalur masuk dan keluar bus, kita dapat menyimpulkan bahwa obyek tersebut merupakan bangunan terminal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *